Tribunnews.com - Rabu, 12 Januari 2011 16:54 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Tjatur Sapto Edy terpilih sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk Pemberantasan Mafia Pajak (PMH).
Siapa
dia? Pada akun Facebook tidak resmi bernama Tjatur, lengkap dengan
fotonya, di situ tertulis, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini
kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 1 Agustus 1970. Ia menyongsong usia 41
tahun.
"Asli Magelang, Jawa Tengah. Dan, kini berjuang demi negara di DPR RI," begitu tertulis di papan Facebook tidak resmi Tjatur.
Di situ juga ditulis, Tjatur beralamat di Perum Bintaro Jaya Blok HF 4/4 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang, Indonesia.
Di website mpr.go.id, Tjatur disebut beralamat di Jl Anggrek Nelimurni B/82 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Tjatur menyandang gelar insinyur dan magister teknik. Dua gelar itu diperolehnya dari ITB.
Selain memimpin fraksi PAN, Tjatur menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
"Ketua
Tjatur Sapto Edy yang juga wakil ketua komisi," ujar Ketua Komisi III,
Benny K Harman (Demokrat), tentang ketua panja saat jumpa pers di ruang
komisi III DPR, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
Menurut Benny,setelah
resmi membentuk, akan diadakan rapat pleno untuk menugaskan dan menyusun
proposal-proposal kerja serta pihak-pihak siapa saja yang akan
dipanggil.
Setelah itu, lanjut Benny baru Panja akan mulai bekerja.
"Pleno
Komisi III menugaskan menyusun proposal kerja, target-targetnya siapa
saja yang dipanggil, bersama pimpinan komisi III, minggu depan plenokan
panja disahkan, setelah itu diharapkan bekerja," jelasnya.
Lebih
jauh Benny menjelaskan kerja panja nantinya akan memonitor, mengawasi,
membantu serta memperkuat institusi kepolisian, agar punya keberanian
moral untuk menuntaskan mafia pajak.
"Agar semua pihak yang terlibat mafia pajak (diusut) sesuai undang-undang yang berlaku," jelasnya.
Saat
ditanyakan terkait siapa saja pihak yang akan dipanggil, Benny
mengatakan nanti dipanggil dan akan disepakati sesuai proposal yang
disiapkan.
"Itu nanti, apa kita mau panggil Gayus,atau yang lain," tandasnya.
Tentu
saja memimpin panja, apalagi panja berlabel "pemberantasan mafia
pajak", bukan pekerjaan gampang. Kepada Tjatur, publik berharap