Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi

Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi
Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi

Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu

Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu
Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu (dlm Desy Ratnasari, MSi, DR. Marissa Haque, Ahmad. Z. Ikang Fawzi, MBA)
Tampilkan postingan dengan label Politik Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Marketing. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

Politik Hukum Presiden SBY?

fotoDenny: Satgas Fokus pada Pemberantasan Mafia Hukum

Satgas Mafia Hukum. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana mengatakan laporan yang akan disampaikan Satgas kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan jauh berbeda dengan penyataan Satgas dalam konferensi pers Rabu (19/1) kemarin.

Satgas, kata Denny, akan tetap fokus pada upaya memberantas mafia pajak dan mafia peradilan. "Jadi kita fokus kesana saja, tidak ingin ikut berubah konsentrasi dengan hal-hal lain yang menganggu. Instruksi Presiden akan menjadi pegangan untuk mengungkap tuntas kasus Gayus," kata Denny di Kantor Presiden, Kamis 20 Januari 2011.

Sebelumnya, juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan menyampaikan laporan kepada Presiden SBY soal tudingan Gayus. Seperti diberitakan sebelumnya, usai sidang vonisnya Rabu (19/1) kemarin, Gayus melontarkan kekecewaannya terhadap Satgas. Dia menuduh Satgas berada dibalik rekayasa kasusnya. Denny Indrayana menjadi salah satu sasaran 'tembak' Gayus.

Presiden, kata Julian, telah memerintahkan kepada Satgas untuk segera memberikan klarifikasi atas tuduhan Gayus itu dan menjelaskannya kepada publik dalam waktu 1 x 24 jam. Rabu kemarin Satgas telah menggelar konferensi pers untuk membantah semua tudingan Gayus. Namun penjelasan tertulisnya kepada Presiden Yudhoyono belum diserahkan.

EKO ARI WIBOWO

Eep Sandrina Luncurkan PolMark Indonesia di Menara 165


Sumber: http://yuhardin.scriptintermedia.com/view.php?id=6265&jenis=Jejak

 Menara 165 menjadi arena perhelatan besar yaitu peluncuran lembaga konsultan politik PolMark Indonesia (Political Marketing Consulting) yang dipimpin pengamat politik ternama Eep Saefulloh Fatah, Rabu (17/2). Acara yang dihadiri banyak tokoh seperti mantan Wapres Muhammad Jusuf Kalla, Muhammad Amien Rais, Tantowi Yahya, dan lain-lain itu berlangsung dari pukul 19.00 hingga pukul 21.30.

 Acara dibuka oleh Ary Ginanjar Agustian selaku pimpinan ESQ Leadership Cernter. Dalam sambutannya Ary mengucapkan selamat datang kepada para Tamu di Menara 165 dan menjelaskan sekilas tentang Menara 165. Menurut Ary Ginanjar, terdapat kesamaan visi antara PolMark Indonesia dengan ESQ Leadership Center yaitu terciptanya Indonesia Emas yang ditandai dengan tulisan Indonesia pada logo PolMark yang berwarna emas. Dengan demikian diharapkan dapat terjalin kerjasama yang baik antara PolMark Indonesia dan ESQ LC untuk mencapai visi tersebut.

Puncak acara yaitu talkshow bertema “Demokratisasi Indonesia dan Optimalisasi Political Marketing”. Talkshow yang dipandu oleh Sandrina Malakiano ini menghadirkan sejumlah tokoh political marketing Indonesia terkemuka seperti, Muhammad Jusuf Kalla dan Muhammad Amien Rais.

PolMark Indonesia yang merupakan lembaga penyelenggara jasa komunikasi political marketing ini didirikan Eep Saefulloh Fatah pada 20 Oktober 2009. Dikelola oleh sejumlah tenaga professional dalam sebuah organisasi yang ramping. Sejak awal pendiriannya PolMark Indonesia hendak dijadikan oleh para pengelolanya sebagai lembaga yang kompeten, profesional, dan kredibel. Untuk itu, PolMark membangun posisi dan diferensiasi yang tegas dibandingkan lembaga sejenis.

"PolMark Indonesia bukan sekedar memenangkan pemilu tetapi memenangkan pemilu dengan cara elegan menggunakan instrumen politik yang layak," ujarnya. Dalam upaya menjalankan misinya itulah Eep rela meninggalakan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Indonesia.

Menurut Eep yang juga alumni ESQ, demokrasi di Indonesia saat ini sudah cukup ramai. Saat ini setidaknya ada 524 pemilu kepala daerah (pemilukada) ditambah lima pemilu lain dalam rentang waktu lima tahun. "Jadi setiap minggu ada tiga kali pemilihan," kata Eep. Menurutnya, hal ini menimbulkan peluang untuk komersialisasi demokrasi yang mengakibatkan demokrasi di Indonesia menjadi mahal.

Polmark Indonesia berikhtiar membantu para mitranya untuk memenangkan pemilihan umum, mengelola, dan menyukseskan kebijakan, dan mengorientasikan partai politik kepada publik atau para pemilih. Dalam menjalankan fungsi-fungsi layanan konsultasinya PolMark Indonesia didukung oleh PolMark Research Center (PRC). Pusat riset political marketing yang merupakan unit kerja di dalam PolMark Indoneisa ini merupakan hasil aliansi strategi antara PT Mars Indonesia dan PT Masima Cipta Karya.

Melalui lembaganya, Eep menawarkan sesuatu yang berbeda dengan lembaga sejenis. "Kami tak hanya memenangkan seseorang. Kami menawarkan kerja sama dalam pemilukada atau pemilu. Banyak orang membantu seseorang untuk menang tapi sedikit yang menemani saat mengalami masa-masa sulit. Kami tawarkan pendampingan." (adi/ida - www.esqmagazine.com)

Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia
M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Sc

Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak

Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak
Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak (dlm Marissa Haque Ikang Fawzi).jpg