Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi

Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi
Mengamati Politik: Marissa Haque Fawzi

Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu

Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu
Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu (dlm Desy Ratnasari, MSi, DR. Marissa Haque, Ahmad. Z. Ikang Fawzi, MBA)

Kamis, 22 Desember 2011

"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Sabtu, 17 Desember 2011 20:23 WIB

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/12/17/marissa-haque-hubungan-angie-berpotensi-bocorkan-strategi-kpk

Marissa Haque: Hubungan Angie (Angelina Sondakh) Berpotensi Bocorkan Strategi KPK

JAKARTA, TRIBUN - Artis senior yang juga politisi, Marissa Haque mengatakan, hubungan asmara antara politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh dengan penyidik KPK, Kompol Raden Brotoseno, berpotensi kebocoran strategi internal KPK kepada partai dalam menangani kasus korupsi Wisma Atlet, seperti dituduhkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Marissa yang telah Doktor (S3) dari IPB dan menyelesaikan disertasi tentang Illegal Logging di Riau ini menjelaskan, dari ukuran etika, apa yang mereka lakukan sangat tidak etis. "Mengingat dari kacamata hukum,  apa yang dituduhkan Nazarudin ke Angie terhadap delik pidana gratifikasinya, menuju ke arah TSK alias tersangka," jelas istri rocker Ikang Fawzi ini, Sabtu (17/12/2011).

Icha, panggilan akrab Marissa Haque, memuji kejelian mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, dalam mengungkap hubungan asmara antara penyidik dengan Angie. Ibu dua anak yang telah menyelesaikan program MBA dari FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sekarang sedang menyelesaikan Program MH dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga ini menjelaskan, bahwa saat di dalam kelas hukum yang mahasiswa sebagian besar dari kepolisian dan kejaksaan, muncul informasi bahwa Kompol Broto kekasih Angie tersebut bukan minta pindah tapi dipindahkaan. Dari kelas hukum tersebut juga beredar kabar jika keduanya baru berkenalan selama dua bulan ini saat Angie disidik.

Saat ini Icha (Marissa Haque) sembari menghabiskan sisa tahun 2011 sedang merampungkan penulisan buku mengenai batik tandem bersama anak salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Meta Thereskova.

Editor : zulham
Source : Tribunnews
"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Selasa, 22 November 2011

"Waddduuuh... No Commet Deh!"


MK Menangkan Ratu Atut-Rano Karno

Ratu Atut dan Rano Karno tetap dikukuhkan sebagai Gubernur-Wagub Banten terpilih.

Selasa, 22 November 2011, 18:31 WIB
Arry Anggadha, Nur Eka Sukmawati
VIVAnews - Mahkamah Konstitusi akhirnya memenangkan pasangan Gubernur Banten terpilih Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno atas sengketa Pemilihan Kepala Daerah Banten.

"Menolak permohonan untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Konstitusi, Mahfud MD di Gedung MK, Jakarta, Selasa 22 November 2011.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menyatakan bahwa tuduhan penggelembungan suara melalui software sudah dibantah KPU Banten. Karena KPU Banten dalam menghitung surat suara menggunakan cara manual.
"Adapun penggunaan software program excel hanya untuk memudahkan penghitungan, tidak sampai menambah suara pasangan Ratu Atut-Rano Karno," ujar anggota Majelis Konstitusi, Akil Mochtar.

Menurut Akil, tudingan itu tidak relevan, sebab Mahkamah sudah melakukan penghitungan ulang dan tidak menemukan perbedaan seperti yang dituduhkan pemohon. “Dalil pemohon tidak terbukti menurut hukum,” ujarnya.

Dengan putusan itu, MK mengukuhkan pasangan Ratu Atut-Rano Karno yang sebelumnya dimenangkan KPU Banten.

Sebelumnya, kemenangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno digugat tiga pihak ke Mahkamah Konstitusi. Para pemohon di antaranya adalah dua pasangan yang kalah pada Pemilukada Banten yaitu Wahidin Halim dan Irna Narulita, serta Jazuli Juwaini dan Makmun Muzakki. Satu pemohon lainnya adalah calon yang sempat maju namun tak lolos verifikasi, Dwi Jatmiko dan Tjejep Mulyadinata.

Beberapa pelanggaran dituduh dilakukan Atut dan Rano antara lain: penghilangan jumlah pemilih, duplikasi pemilih, manipulasi surat suara form C-1, penggunaan software untuk menambah suara, penggelembungan suara ketika pemungutan suara, pengerahan birokrasi pemerintah, kampanye hitam, mobilisasi "pemilih siluman", politik uang, dan intimidasi terhadap pendukung calon tertentu.

• VIVAnews

"Waddduuuh... No Commet Deh!"

Senin, 14 November 2011

Marissa Haque: Seperti di Riau, Mengerikan Kalau Negara Tak Sanggup Menyentuh Kriminal Korupsi Birokrat Propinsi Banten (Diduga)

 

DUGAAN KORUPSI: Ratu Atut Chosiyah Dilaporkan ke KPK
Icha Rastika | Latief | Rabu, 28 September 2011 | 19:26 WIB
ICHA RASTIKA Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (28/9/2011). 
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/9/2011). Atut dianggap bertanggung jawab atas pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial Provinsi Banten 2011 yang diduga telah diselewengkan.

Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar.
-- Abdullah Dahlan

”Dalam laporan itu, disebut inisial RAC (Ratu Atut) dan EK (Engkos Kosasih),” ujar peneliti dari Divisi Politik ICW, Abdullah Dahlan, di Gedung KPK, Rabu (28/9/2011).

Pemrov Banten diketahui menyalurkan dana hibah sebesar Rp 340 miliar ke 221 organisasi, forum masyarakat, dan instansi negara, serta menyalurkan dana bansos senilai Rp 51 miliar ke 160 lembaga.

Menurut Abdullah, ada lima jenis penyimpangan dalam pengelolaan program hibah dan bansos yang totalnya Rp 391 miliar itu. Penyelewengan pertama, dana hibah itu diberikan kepada lembaga-lembaga fiktif.

”Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah yang diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar,” katanya.

Perwakilan AIPP, Uday Suhada, menambahkan, dari 18 organisasi penerima hibah, hanya lima yang terdaftar sebagai organisasi formal.

”Di luar lembaga yang bersangkutan tidak diketahui legal atau tidak. Padahal, lembaga penerima hibah harus berbadan hukum, setidaknya tiga tahun,” ungkap Uday.

Penyelewengan kedua, lanjut Abdullah, sejumlah lembaga penerima hibah memiliki alamat yang sama.

”Setidaknya, ada delapan penerima hibah yang memiliki alamat sama, yaitu di Jalan Bridgen Syam'un, Kota Serang, dan empat lembaga dengan alamat sama, yaitu Jalan Syekh Nawawi Albantani Palima, Serang,” paparnya.

Padahal, dana hibah itu seharusnya diterima oleh lembaga-lembaga yang jelas nama dan alamatnya.
”Alokasi dana untuk masing-masing lembaga di Jalan Bridgen KH Syam'un sebesar Rp 22,5 miliar dan yang di jalan Syekh Nawawi total Rp 6,4 juta,” kata Abdullah.

Penyelewengan ketiga, dana tersebut dialirkan ke lembaga-lembaga yang dipimpin oleh keluarga gubernur.

”Mulai dari suami, kakak, anak, menantu, dan ipar,” ucap dia.

Abdullah mencontohkan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang dipimpin suami Ratu Atut, Hikmat Tomet.

”Total hibah yang masuk ke lembaga yang dipimpin keluarga gubernur mencapai Rp 29,5 miliar,” ujarnya.

Keempat, dana hibah ini juga diduga telah dipangkas. Jumlah dana hibah yang diterima lembaga penerima tidak sesuai dengan pagu yang ditetapkan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten.

”Contohnya, Lembaga Kajian Sosial dan Politik (Laksospol) Pandeglang. Dalam daftar penerima, lembaga itu memperoleh hibah Rp 500 juta. Tapi, surat pernyataan Ketua Laksospol Ayie Erlangga, mereka hanya terima Rp 35 juta,” papar Abdullah.

Adapun kerugian dari pemotongan tersebut mencapai Rp 925 juta. Terakhir, sebagian besar penerima bantuan sosial itu tidak jelas.

”Dari 160 penerima dana bansos, pemerintah daerah hanya mencantumkan 30 nama lembaga atau kepanitiaan dan tidak didukung alamat jelas,” ujar Abdullah.

Oleh karena itu, ICW dan AIPP meminta KPK melakukan penyelidikan terhadap pemberian dana bansos dan hibah tersebut. Dikhawatirkan, lanjut Abdullah, pemerintah daerah menjadikan kebijakan publik sebagai instrumen modal politik. Terlebih, ICW melihat bahwa alokasi dana hibah dan bansos Provinsi Banten terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

”Kenaikannya fantastis, pada 2009 totalnya mencapai Rp 74 miliar, tapi pada 2011, menjelang pilkada meningkat Rp 391 miliar,” tukasnya.

Minggu, 25 September 2011

"Marissa Haque Fawzi: Kreatifitas Angelina Sondakh Teruji Tangguh (Seiring dengan Pemeriksaan Kasus Delik Pidana Gratifikasinya)"

buku-angelina_sondakh-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi 

Angelina Rilis Buku Kedua

Minggu, 25/09/2011 - 19:09

MUNADY/"PRLM"
2-delik-pidana-gratifiasi-angelina-sondakh-di-kpk-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi-2011

JAKARTA, (PRLM).- Anggota DPR Angelina Sondakh Massaid kembali meluncurkan buku lagu dan bergambar yang kedua setelah buku "Bernyanyi bersama Keanu".

Buku "Jazz For Fun" sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya, karena menurut istri almarhum Adjie Massaid buku ini.untuk bisa anak anak sambil belajar dan mendengarkan musik

1-delik-pidana-gratifiasi-angelina-sondakh-di-kpk-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi-2011"Jadi anak indonesia punya lagu, dengan buku ini mudah mudahan bisa menjadi lagu anak anak seperti lagu Doa Untuk Papa dan Mama yang liriknya ditulis Adjie Massaid semasa hidupnya tapi lagu ini baru diluncurkan," tutur Angelina.

"Ada bebera lagu dalam album kedua karena dengan buku ini anak- anak bisa pintar, biasanya anak-anak suka dengerin musik tapi kalau sudah denger musik mereka kadang malas belajar tapi lewat buku ini yang pasti ada lagu di vcd dan buku ada gambarnya," kata Angelina ditemui di toko buku Gramedia Matraman Jakarta Timur, Minggu 25/9. (Mun/A-88)***

"Marissa Haque Fawzi: Kreatifitas Angelina Sondakh Teruji Tangguh (Seiring dengan Pemeriksaan Kasus Delik Pidana Gratifikasinya)"

Sumber:
(1) http://www.pikiran-rakyat.com/node/159668
(2) http://www.jpnn.com/read/2011/09/26/103871/Angelina-Sondakh-Libatkan-Zahwa-di-Buku-Kedua

Senin, 29 Agustus 2011

Selamat Iedul Fitri bagi yang Telah Memulainya: Marissa Haque Fawzi


Selamat Iedul Fitri bagi yang Telah Memulainya
Minal aidin wal Faidzin, Maaf Lahir dan Bathin…

ikang-fawzi-marissa-haque-isabella-fawzi-chikita-fawzi

"Selamat Iedul Fitri bagi yang Telah Memulainya: Marissa Haque & Ikang Fawzi" 

Terimakasih Banyak Jakarta Press yang Baik untuk Keseimbangan Berita Politik Kami: Marissa Haque Fawzi

Inilah Kebersamaan Ala Ikang & Marissa

Sumber: http://www.jakartapress.com/detail/read/3890/inilah-kebersamaan-ala-ikang-marissa

Inilah Kebersamaan Ala Ikang & Marissa


Jakartapress.com - Hidup berumah tangga hingga 24 tahun tanpa masalah serta dikaruniai dua putri yang cantik-cantik, tampaknya sangat disyukuri pasangan artis juga politikus Marissa Haque dan Ikang Fawzi.

Tentu pasangan ini sangat berbahagia, mampu mempertahankan biduk rumah tangga di tengah maraknya artis kawin cerai. Apalagi, keduanya memiliki tingkat kesibukan cukup tinggi, sehingga itensitas pertemuan dengan keluarga tidak terlalu banyak.

Sibuk dengan aktifitas sudah pasti kegiatan Ikang maupun Marissaa di hari-harinya. Tapi, kebersamaan tidak pernah terabaikan. Mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga di sela aktifitas yang selalu padat.  Menurut Ikang maupun Marissa hanya dengan cara kebersamaan itulah  kenyamanan keluarga dapat tercipta.

Kenyamanan keluarga, itu sendiri akan menjadi ruang pertama untuk meraih segala hal. Apa yang diraih dalam keluarga dan prestasi anak-anaknya tidak lepas dari keberadaan keluarga yang kondusif.

Kebersamaan saat menjalankan ibadah Sholat. Kata Ikang, keluarganya selalu sholat berjamaah.
“Sukses saya, sukses istri dan anak-anak berangkat dari kondisi rumah tangga, kalau di rumah tangga adem tidak ada permasalah, Insya Alllah berimbas baik untuk anak-anak,” kata mantan rocker yang sukses dengan lagu “Preman”.
Diakui pria 51 tahun itu, dalam perjalanan rumah tangga tidak ada tanpa rintangan. Problem-problem keluarga itu pasti ada. Hanya saja bagaimana cara menghadapi dan mencari solusinya.
Jadi, Sebagai kunci keluarga adalah kebersamaan termasuk dalam berdoa pun kebersamaan menjadi unsur penting terkabulnya keinginan. Selain itu landasan cinta menjadi pondasi dalam membangun keluarga.

Apa yang diterapkan dalam keluarga mendapat dukungan dari kedua putri-putrinya. Isabella Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi, putri pertama dan kedua mereka mengaku sangat bangga dengan apa yang diajarkan orang tuanya.  Meskipun saat ini Chikita berada di  Malaysia kuliah dan bekerja sebagai animator.
Sementera Marisaa mengaku memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan pilihan. Termasuk pekerjaan dan meski harus meninggalkan orang tua. Sesuatu yang baik harus mendapat dukungan, agar apa yang dijalani berbuah sukses.

“Saya tidak pernah menuntut anak-anak saya untuk menjadi seperti orang tuanya. Pasangan keluarga artis tak menuntut anak-anaknya harus menjadi seperti kami,” kata wanita berumur 48 tahun yang tinggal bersama keluarga di di Perumahan Pelangi Bintaro, Tangerang Selatan. [lin/l]

Wadduuuh...Saya Diberitakan Pindah ke PAN: Marissa Haque Fawzi

ci
PS: Alhamdulillah saya senang-senang saja dengan berita positif ini...subhanallah...


Marissa Haque Akan Pidah ke PAN?

ARTIS cantik yang menjadi politisi, Marissa Haque, mengisyaratkan dirinya makin dekat ke Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu terlihat saat isteri Ikang fazwzy ini melakukan silaturahmi ke pendopo keluarga besar pendiri PAN, Amien Rais, di Yogyakarta, Jumat pekan lalu.

"Di sana saya diterima anak menantu Pak Amien Rais, istri dari Hanafi Rais beserta Ibu dan anak-anaknya. Juga Hanum Rais, putri Pak Amien, yang memiliki hobi sama dengan saya, yakni menulis," kata Icha, sapaan akrab Marissa, kepada wartawan, Rabu (24/8/2011).

Ketika disinggung apakah kunjungannya itu sebagai sinyal bergabungnya dia ke PAN, mantan politis PDI Perjuangan dan PPP ini belum mau memastikan. Baginya, dirinya lebih menekankan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Amien Rais.

"Yang jelas saya merasa cocok dan ingin terus melanjutkan silaturahim demi kemajuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami ingin melihat Mas Hanafi Amin Rais menjadi Walikota Yogyakarta 2011. Sebab, Mas Hanafi dan juga Prof. Amien Rais sangat mendukung keberadaan Baitul Maal Wa Tamwil (lembaga pemberdayaan eknomi mikro) seperti apa yang telah saya dapatkan dari hasil penelitian MBA ku,” tutur mantan Anggota Fraksi PDIP DPR RI ini.

Marissa Haque juga baru saja menyelesaikan studi ekonominya pada Kamis (18/8) lalu dan berhasil lulus dengan nilai "A" dari Fakultas Ekonomi Bisnis UGM.  Dia lebih memilih meletakkan fokus pada ekonomi mikro syariah berbasis kepada semangat Prof Mubyarto.

Biografi
Marissa Grace Haque atau Marissa Haque yang lahir di Balikpapan, 15 Oktober 1962, semula dikenal sebagai aktris film. Selanjutnya, istri penyanyi rock sekaligus pengusaha, Ikang Fawzi ini, melebarkan sayap menjadi seorang sutradara, produser film dan politikus.

Sebagai politikus, karier politik ibu dari Isabella Muliawati Fawzi (19) dan Marsha Chikita Fawzi (18) ini, diawali dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi anggota DPR-RI (2004).

Akibat konflik yang dilatarbelakangi soal pencalonan dirinya sebagai wakil gubernur Banten, mendampingi Zulkiflimansyah kandidat gubernur yang diangkat oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Syarikat Islam (PSI), Marissa akhirnya dipecat dari senayan oleh partainya.

Marissa Haque mengikuti Ayahnya yang merupakan karyawan PT. Pertamina, mulai bersekolah pada pendidikan TK dan SD Nasional di Palembang, Sumatra Selatan. Mengikuti kepindahan orangtuanya ke Jakarta, pada SD Tebet Timur Pagi III, SMP Negeri 73 Tebet, lalu dilanjutkan di SMA Negeri 8, Bukitduri, Jaksel sebagai sekolah menengah atas terbaik/unggulan negeri se-Indonesia. Mengikuti pendidikan sarjana (S1) pada Universitas Trisakti (Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat) Jakarta pada jurusan Hukum Perdata lulus pada tahun 1988. Mengikuti pendidikan program Magister in Humaniora (S2) di Universitas Katolik Atmajaya pada Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris jurusan Psicho-linguistics dengan keahlian utama pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak tuna-rungu. Pada tahun 2004 menjadai Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan pada tahun 2006 menjadi kandidat Wakil Gubernur Banten.

Berbagai prestasi dan profesi telah diraih sejak tahun 1981. Mulai dari Pemenang Piala Citra sebagai Aktris Pembantu Wanita Terbaik pada FFI 1985 di Bandung dalam fil berjudul "Tinggal Landas Buat Kekasih" arahan Sutradara Sophan Sophiaan (alm) dimana penulis bertemu dengan suaminya saat ini Ikang Fawzi sebagai sesama aktor dan aktris pendukung, dan Best Actress pada FFAP/Asia Pacific Film Festival ke 62 di Taipei, Taiwan dalam Film berjudul "Matahari Matahari" arahan sutradar Arifin. C. Noor (alm). Diluar itu penulis juga terlibat sebagai pemain drama TV, model iklan, spoke person berbagai produk iklan, dan berbagai posisi profesional secara luas dalam bidang pendidikan kesejahteraan perempuan terkait ekonomi kecil dan mikro (UKM dan UMKM), kesehatan, serta pendidikan anak usia dini (PAUD).

Bersama sang suami penulis juga memiliki usaha dibidang rumah produksi PT. SAI Films (Saya Anak Indoensia) yang membuat film layar lebar, film dokumenter, iklan TV, iklan penyuluhan, dan lain sebagainya. Penulispun masih sempat sangat aktif berorganisasi di: (1) MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi; (2) KAHMI (Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia sebagai Wakil Ketua Bidang Kesenian; (3) LAKMIS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah) sebagai Ketua Bidang dari PPP Partai yang sekarang; dan (4) ASAHI (Asosiasi Auditor Hukum Indonesia) sebagai Ketua Bidang Komunikasi dari FH-UGM.

Menikah dengan Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi), yang juga bersama kuliah pada pada fakultas dan jurusan Strategic Management di FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis), UGM. memiliki dua anak putri, yang pertama bernama Isabella Fawzi (Bella) lulus dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris UI (Universitas Indonesia) dan kini meneruskan pada FISIP-UI jurusan Komunikasi, serta putri kedua bernama Marsha Chikita Fawzi (Kiki) masih kuliah di MMU (Malaysian Multimedia University), Malaysia pada Creative Multimedia Faculty jurusan Film Animation dengan spesialisasi Film Animation dan merupakan salah seorang animator serial TV produksi Malaysia Lez Copaque berjudul Upin dan Ipin.

Marissa melanjutkan pendidikan pada Program Doktor di PSL-IPB (Pusat Studi Lingkungan-Institut Pertanian Bogor) sejak 2006 sampai dengan akhir 2008 dan masih kuliah di Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UGM Jurusan Business Law pada 2011 ini. (*/RM/Kpl)

Sumber: http://www.jakartapress.com/detail/read/3843/marissa-haque-akan-pidah-ke-pan

Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak

Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak
Bersama DPW PAN Bengkulu Feb 2013, Mungkin Insya Allah Menjadi Dapilku Kelak (dlm Marissa Haque Ikang Fawzi).jpg